Implementasi Metode Forward Chaining pada Sistem Pakar Diagnosa Penyakit TBC Paru
(Studi Kasus: Pustu Blang Rheum)
DOI:
https://doi.org/10.67712/ilka.v3i3.93Kata Kunci:
Sistem Pakar, TBC Paru, Forward Chaining, Diagnosa, Web.Abstrak
Tuberkulosis paru (TBC paru) merupakan penyakit menular yang menjadi ancaman kesehatan global dengan insiden yang masih tinggi di Indonesia. Keterlambatan diagnosis akibat keterbatasan tenaga medis dan fasilitas laboratorium di layanan primer seperti Puskesmas Pembantu (Pustu) Blang Rheum memperburuk penyebaran penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk membangun Sistem Pakar yang meniru kemampuan pakar dalam mendiagnosa gejala awal TBC paru menggunakan metode Forward Chaining. Metode ini dipilih karena mampu melakukan penalaran dari sekumpulan fakta gejala menuju kesimpulan penyakit secara sistematis. Sistem dikembangkan berbasis web menggunakan PHP, MySQL, dan framework CodeIgniter 3. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat mengenali gejala awal TBC paru dan memberikan nilai keyakinan (confidence level) bagi pengguna, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi deteksi dini di tingkat masyarakat.
Unduhan
Referensi
[1]Apriana, R., Prihantara, S., & Pemandu, D. (2013). Sistem pakar diagnosis penyakit pada anak menggunakan metode forward chaining. Jurnal Teknologi Informasi, 8(2), 45-52.
[2]Ariyanti, N., & Sari, R. (2022). Sistem pakar diagnosa penyakit kulit menggunakan metode forward chaining berbasis web. Jurnal Sistem Informasi, 14(1), 33- 41.
[3]Choirudin, Satyareni, D., & Kurniawan, R. (2023). Implementasi framework CodeIgniter 3 dalam pengembangan sistem informasi berbasis web. TEKNOSI: Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi, 9(2), 101-110.
[4]Jurnal Teknik Informatika (JUTIF). (2025). Model pengembangan perangkat lunak dengan metode waterfall. Jurnal Teknik Informatika, 13(1), 1-10.
[5]Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (J-PTIIK). (n.d.). Pemanfaatan XAMPP sebagai server lokal dalam pengembangan aplikasi web. J-PTIIK Universitas Brawijaya.
[6]Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
[7]Kurniawati, N. I. (2018). Sistem pakar sebagai bagian dari kecerdasan buatan. Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika, 5(1), 12-20.
[8]Nurfadilah, Rahmawati, D., & Hidayat, A. (2021). Sistem pakar diagnosa penyakit pada manusia menggunakan metode certainty factor. Jurnal Informatika dan Komputasi, 6(2), 88-96.
[9]Octaviani, La Ode Bakrim, Suliman, & Susanto, A. (2022). Sistem pakar sebagai alat bantu pengambilan keputusan. Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer, 7(1), 25-34.
[10]Prasetyo, E., & Ar Rosyid, M. (2022). Artificial intelligence sebagai teknologi cerdas dalam pengambilan keputusan. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, 10(3), 155-163.
[11]Sitio, R., Sianturi, R., Baene, E., & Sutarman. (2023). Implementasi PHP dan MySQL dalam pengembangan aplikasi web dinamis. Jurnal Teknologi Informasi, 11(2), 67-76.
[12]Widodo, A., Sibuea, M. F. L., & Narji. (2024). Peran artificial intelligence dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran adaptif. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 9(1), 45-56.
[13]World Health Organization. (2023). Global tuberculosis report 2023. Geneva: World Health Organization.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmu Komputer Aceh

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal ini adalah jurnal akses terbuka yang menyediakan akses langsung secara nasional, bebas hambatan ke teks lengkap dari semua artikel yang diterbitkan tanpa biaya pembaca atau institusi mereka untuk mengaksesnya. Pembaca berhak membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau menautkan teks lengkap semua artikel di Jurnal ILKA. Jurnal ini memberikan akses terbuka langsung ke kontennya dengan prinsip bahwa membuat penelitian tersedia secara bebas untuk publik mendukung pertukaran pengetahuan global yang lebih besar.
