Monitoring Kualitas Tanah pada Tanaman Cabai Rawit Menggunakan Sensor Soil Moisture dan Sensor pH Tanah Berbasis IoT

Penulis

  • Ela Firliza Universitas Almuslim
  • Imam Muslem Universitas Almuslim
  • Heri Gustami Universitas Almuslim

DOI:

https://doi.org/10.51179/ilka.v3i1.28

Kata Kunci:

Cabai Rawit, Monitoring, Soil Moisture, Sensor pH Tanah, Telegram

Abstrak

Tanaman cabai rawit merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki banyak potensi komersial atau potensi ekonomi tinggi. Tanaman cabai rawit membutuhkan pH tanah dan kadar air yang ideal untuk menghasilkan hasil panen yang maksimal. Pemantauan lahan pertanian yang umum dilakukan adalah secara manual yang dapat memakan waktu dan tenaga. Oleh karena itu, diperlukan sistem monitoring yang dapat mendeteksi pH tanah dan kadar air secara real time untuk meningkatkan produktivitas dan efektivitas tanaman cabai. Penelitian ini mengembangkan sistem pemantauan berbasis Internet Of Thins (IoT). Sistem ini menggunakan sensor soil moisture untuk memantau kelembaban tanah pada tanaman cabai rawit dan sensor pH tanah untuk memantau kadar pH dalam tanah. Sistem monitoring ini dibangun menggunakan sensor soil moisture dan sensor pH sebagai input , Mikrokontroler ESP32 DEV KT V1 sebagai proses dan Telegram sebagai output.  Alur kerja sistem adalah sensor membaca data kelembaban tanah dan pH tanah, data dikirimkan ke mikrokontroller ESP32 untuk diproses, dari modul Wi-Fi data dipindahkan pada server dan server mengirimkan data yang diperoleh ke Bot Telegram untuk ditampilkan kepada pengguna

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

[1] I. Muslem, I. Irvanizam, A. Almuzammil, and F. Johar, “Adaptive Heuristic-Based Ant Colony Optimization for Multi-Constraint University Course Timetabling with Morning Slot Preference for Energy Efficiency,” Jurnal Teknik Informatika (Jutif), vol. 6, no. 6, pp. 5930–5943, Jan. 2026, doi: 10.52436/1.jutif.2025.6.6.5588.

[2] I. P. Andriyani, “Kelayakan Negara Indonesia Sebagai Negara Agraris,” jurnal ilmiah, 2013.

[3] J. Nainggolan, “Pemanfaatan Mikroorganisme Tanah untuk Meningkatkan Kualitas Tanah dan Produktivitas Pertanian,” Literacy Notes, vol. 2, no. 1, 2024.

[4] I. Muslem R, “Sistem Pendeteksi Kebocoran Gas Rumah Tangga Menggunakan Mq-2 Sensor Dan Mikrokontroler,” JURNAL TIKA, vol. 6, no. 02, 2021, doi: 10.51179/tika.v6i02.457.

[5] M. Fadlilah, L. E. Tripalupi, and I. N. Sujana, “STUDI KOMPARATIF TINGKAT KEUNTUNGAN (PROFITABILITAS) USAHATANI CABAI RAWIT LOKAL DAN CABAI RAWIT HIBRIDA DI DESA GAMBANGAN KECAMATAN MAESAN KABUPATEN BONDOWOSO JAWA TIMUR 2017,” Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha, vol. 9, no. 2, 2019, doi: 10.23887/jjpe.v9i2.20086.

[6] W. Ziaulhaq and D. R. Amalia, “Pelaksanaan Budidaya Cabai Rawit sebagai Kebutuhan Pangan Masyarakat,” Indonesian Journal of Agriculture and Environmental Analytics, vol. 1, no. 1, 2022, doi: 10.55927/ijaea.v1i1.812.

[7] C. P. Suhita, D. A. Nurafian, and D. Setyaningrum, “Budidaya Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) melalui Pemanfaatan Hormon GSA (Giberelin Sitokinin Auksin) Organik,” JURNAL KRIDATAMA SAINS DAN TEKNOLOGI, vol. 6, no. 02, 2024, doi: 10.53863/kst.v6i02.1464.

[8] M. A. Januarisya, B. T. Rahardjo, and M. Syamsulhadi, “KEANEKARAGAMAN HAMA DAN MUSUH ALAMI PADA BUDIDAYA CABAI RAWIT MONOKULTUR DAN POLIKULTUR DENGAN MEMANFAATKAN TANAMAN PERANGKAP BABY BLUE DAN YELLOW STICKY TRAP,” Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan, vol. 11, no. 4, 2023, doi: 10.21776/ub.jurnalhpt.2023.011.4.4.

[9] S. A. Manika, R. Awalyah, and F. A. Hakim, “Pengaruh Pengujian pH Terhadap Kesegaran Cabai Rawit: Studi Kasus Pada Produk Pangan Berbasis pH,” Jurnal Ilmiah Multidisiplin, vol. 2, no. 4, 2024.

[10] I. Muslem, “Prototype Kunci RFID (Radio Frequency Identification) dalam Meningkatkan Keamanan Kendaraan Bermotor,” JURNAL TIKA, vol. 5, no. 3, 2021, doi: 10.51179/tika.v5i3.104.

[11] S. Nuriyah and Sudarti, “Pengaruh Paparan Medan Magnet ELF ( Extremely Low Frequency ) 500μT Terhadap pH dan Kualitas Fisik Cabai Rawit Hijau,” Penelitian Fisika dan Terapannya (Jupiter), vol. 3, no. 3, 2022.

[12] A. Paputungan, N. Nurdin, and W. Pembengo, “Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tipe Penggunaan Lahan Cabai Rawit di Kecamatan Pinolosian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan,” Agroteknika, vol. 8, no. 1, 2025, doi: 10.55043/agroteknika.v8i1.452.

[13] A. H. Mursyidin and T. Mulyaningsih, “KARAKTERISASI MORFOLOGI DAN ANATOMI DAUN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) YANG TERINFEKSI Cercospora capsici DI LOMBOK TIMUR,” Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan, vol. 12, no. 3, 2024, doi: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.3.5.

[14] S. Sahuri and M. J. Rosyid, “ANALISIS USAHATANI DAN OPTIMALISASI PEMANFAATAN GAWANGAN KARET MENGGUNAKAN CABAI RAWIT SEBAGAI TANAMAN SELA,” Warta Perkaretan, vol. 34, no. 2, 2022, doi: 10.22302/ppk.wp.v34i2.250.

[15] D. D. D. Putra, “Analisis Pendapatan Petani Cabai Rawit Mitra PT. Tunas Agro Persada Sayung Kabupaten Demak,” Jurnal Agristan, vol. 3, no. 1, 2021, doi: 10.37058/ja.v3i1.3116.

Diterbitkan

04-03-2026

Cara Mengutip

Firliza, E., Muslem, I., & Gustami, H. (2026). Monitoring Kualitas Tanah pada Tanaman Cabai Rawit Menggunakan Sensor Soil Moisture dan Sensor pH Tanah Berbasis IoT. Jurnal Ilmu Komputer Aceh, 3(1), 67–74. https://doi.org/10.51179/ilka.v3i1.28

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>